Home Daerah

Cantika Wahono Dinobatkan sebagai Ibunda Guru, PGRI Bojonegoro Siap Hadapi Tantangan Pendidikan Era Digital

by Pena Realita - 02-04-2026 22:25 WIB

BOJONEGORO || Penarealita.com – Dr. Hj. Sri Budi Cantika Yuli Wahono atau yang akrab disapa Cantika Wahono resmi dinobatkan sebagai Ibunda Guru oleh PGRI Kabupaten Bojonegoro. Penobatan ini dirangkai dengan pelantikan Pengurus Cabang dan Cabang Khusus PGRI Kabupaten Bojonegoro Masa Bakti XXII di Pendopo Malowopati, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PGRI Jawa Timur, Ketua PGRI Bojonegoro, serta Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro, dan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran guru di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, mulai dari derasnya arus informasi media sosial hingga perubahan sosial yang begitu cepat. Ia menegaskan perbedaan mendasar antara pengajar dan pendidik.

“Kalau pendidik itu punya kewajiban sampai ke etika, tata krama, dan norma,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya adaptasi guru di era digitalisasi demi menciptakan sumber daya manusia yang unggul.

“Saya minta tolong Bapak Ibu guru harus paham betul era digitalisasi ini, agar kita bisa mewujudkan SDM unggul untuk masa depan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi kolaboratif antara guru dan wali murid, serta memberikan contoh nyata kepada siswa, termasuk imbauan agar tidak merokok di lingkungan pendidikan.

“Jangan merokok di lingkungan tempat tugas Bapak Ibu guru sekalian,” tambahnya.

Sementara itu, dalam pidato pengukuhannya sebagai Ibunda Guru, Cantika Wahono menegaskan bahwa peran tersebut merupakan panggilan untuk mengabdi dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

“Peran Ibunda Guru sebagai mitra strategis bagi PGRI dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan, serta menjadi penggerak, pemberi motivasi, dan inspirasi bagi kita semua,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ia juga menekankan komitmennya untuk membangun kolaborasi dengan berbagai pihak guna menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas.

“Mudah-mudahan guru tidak hanya sebagai pengajar, tapi juga pembimbing dan teladan, terutama dalam membentuk nilai dan karakter anak didik,” imbuhnya.

Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi PGRI Bojonegoro dalam menghadapi tantangan zaman. Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, diharapkan pendidikan di Bojonegoro mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan siap bersaing di era digital.( Mur )

Editorial: Redaksi 

Share :

Populer Minggu Ini