BOJONEGORO || Penarealita.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyiapkan langkah strategis untuk merealisasikan program bongkar ratoon serta perluasan lahan tebu hingga 5.000 hektare. Program ini merupakan tindak lanjut arahan Pemerintah Pusat dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional serta meningkatkan produksi gula dalam negeri.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan bahwa sejumlah program prioritas nasional terus dijalankan di daerah. Di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat (SR), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta program penambahan luasan lahan tebu dan bongkar ratoon.
“Program bongkar ratoon menjadi salah satu fokus karena bertujuan meningkatkan produktivitas tebu melalui peremajaan tanaman. Tebu lama yang produktivitasnya menurun akan dibongkar dan diganti dengan bibit unggul,” jelas Nurul Azizah.
Program bongkar ratoon tebu merupakan upaya peremajaan lahan tebu nasional untuk mewujudkan swasembada gula, sehingga Indonesia tidak lagi bergantung pada impor. Di Kabupaten Bojonegoro, usulan indikatif luasan lahan bongkar ratoon mencapai 1.248 hektare. Namun, angka tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai hasil verifikasi di lapangan.
Percepatan bongkar ratoon ini merupakan bagian dari target nasional seluas 70.000 hektare di Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu, pelaksanaannya membutuhkan sinergi lintas sektor serta koordinasi antarlevel pemerintahan.
Terkait Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), saat ini Pemkab Bojonegoro menyiapkan sekitar 150 tenaga tambahan untuk melakukan input dan unggah data. Dalam pelaksanaannya, Wabup menegaskan bahwa penanaman tebu hanya dapat dilakukan di lahan yang memiliki Perjanjian Kerja Sama (PKS).
“Dari potensi lahan yang ada, diperkirakan sekitar 1.600 petani atau penggarap akan terlibat langsung dalam program ini,” tambahnya.
Meski berorientasi pada peningkatan produksi, Pemkab Bojonegoro memastikan program tersebut tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem. Upaya menjaga kelestarian lingkungan dilakukan dengan mempertahankan kawasan hutan, mendorong penanaman pohon, serta melaksanakan kajian dampak lingkungan secara menyeluruh.
Dengan langkah tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap program bongkar ratoon dan perluasan lahan tebu dapat berjalan optimal, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi petani tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan.
Editorial: Redaksi