Home Daerah

IPM Bojonegoro 2025 Naik Signifikan, Kualitas Hidup Warga Terus Membaik

by Pena Realita - 13-01-2026 00:23 WIB

BOJONEGORO || Penarealita.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat kembali membuahkan hasil positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bojonegoro tahun 2025 tercatat mengalami kenaikan signifikan dari 72,75 pada tahun 2024 menjadi 73,74 pada tahun 2025, atau naik sebesar 0,95 poin.

Peningkatan IPM tersebut didukung oleh membaiknya seluruh komponen utama pembentuk IPM, yakni kesehatan, pendidikan, dan daya beli masyarakat. Pada aspek kesehatan, Angka Harapan Hidup (AHH) masyarakat Bojonegoro meningkat dari 74,91 tahun pada 2024 menjadi 75,20 tahun pada 2025. Capaian ini menunjukkan standar kesehatan masyarakat yang semakin baik berkat optimalisasi layanan kesehatan dasar dan pemerataan program jaminan kesehatan.

“Peningkatan AHH di Bojonegoro menjadi bukti nyata bahwa standar kesehatan masyarakat kita terus membaik. Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan hasil dari optimalisasi layanan kesehatan dasar dan program jaminan kesehatan yang semakin merata. Kami berkomitmen agar kualitas hidup yang baik ini dapat dirasakan hingga ke pelosok desa,” ujar Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro, Achmad Gunawan, Senin (12/01/2026).

Pada sektor pendidikan, akses dan kualitas layanan pendidikan terus diperkuat. Harapan Lama Sekolah (HLS) Kabupaten Bojonegoro meningkat dari 13,18 tahun pada 2024 menjadi 13,27 tahun pada 2025. Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) juga mengalami kenaikan dari 7,59 tahun menjadi 7,78 tahun. Peningkatan ini didorong oleh berbagai kebijakan strategis, seperti penyaluran beasiswa, program Sekolah Rakyat, serta komitmen pemerintah daerah untuk mencegah anak putus sekolah akibat kendala biaya.

Dari sisi ekonomi, daya beli masyarakat Bojonegoro turut menguat. Pengeluaran Riil Per Kapita (disesuaikan) meningkat dari Rp11,204 juta per tahun pada 2024 menjadi Rp11,796 juta per tahun pada 2025. Kenaikan sebesar Rp592 ribu atau 5,28 persen ini mencerminkan keberhasilan program pemberdayaan ekonomi lokal serta terjaganya stabilitas harga kebutuhan pokok.

Pemkab Bojonegoro menegaskan akan terus menjaga momentum positif ini melalui sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, sektor kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat. Tujuannya agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan oleh seluruh warga Bojonegoro.

Editorial: Muri

Share :

Populer Minggu Ini