BOJONEGORO || Penarealita.com – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan pengusaha serta penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan daerah.
Hal tersebut disampaikan Ketua IWAPI Jawa Timur, Susmiati Rahmawati, dalam sambutannya pada kegiatan Rapat Koordinasi IWAPI Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Kamis (24/9/2026).
Menurut Susmiati, perempuan pengusaha memiliki posisi strategis dalam menopang perekonomian keluarga. Aktivitas usaha yang dijalankan para perempuan, termasuk dari rumah, dinilai mampu memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi masyarakat.
“Perempuan pengusaha memiliki peran dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga yang pada akhirnya turut berdampak terhadap penguatan perekonomian Jawa Timur,” tegas Susmiati.
Ia menambahkan, dinamika perekonomian nasional tidak seharusnya menjadi alasan bagi pelaku UMKM untuk menghentikan aktivitas usahanya. Sebaliknya, pelaku usaha harus terus menjaga produktivitas dan memperkuat sirkulasi usaha.
Susmiati menyebut anggota IWAPI merupakan para pengusaha perempuan yang memiliki semangat untuk terus berkembang dan menghadapi berbagai tantangan usaha.
“IWAPI mendorong anggota di berbagai Kabupaten dan Kota hingga tingkat ranting untuk mengembangkan sekaligus memasarkan produk yang dihasilkan,” tambahnya.
Untuk memperluas akses pasar, IWAPI Jawa Timur juga membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui berbagai program, termasuk misi dagang yang difasilitasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur.
Langkah tersebut diharapkan mampu membuka koneksi perdagangan antardaerah sekaligus memperluas pangsa pasar produk yang dihasilkan para pelaku UMKM dan pengusaha perempuan.
Saat ini, anggota IWAPI Jawa Timur disebut mencapai sekitar 5.000 pengusaha perempuan yang bergerak di berbagai bidang usaha. Di antaranya fesyen, makanan dan minuman, perdagangan komoditas, perumahan, konstruksi hingga sektor perjalanan wisata.
Susmiati menegaskan, besarnya tantangan perekonomian tidak semestinya mengurangi semangat para anggota untuk mengembangkan usaha.
Ia bahkan menyampaikan apresiasinya terhadap para perempuan yang mampu menjalankan usaha dari rumah namun tetap memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian keluarga.
“Kami bangga kepada anggota IWAPI. Walaupun usaha dijalankan di rumah atau merupakan produk rumahan, ternyata mampu berkontribusi optimal terhadap perekonomian keluarga sehingga perannya semakin diperhitungkan,” ujarnya.
DPC IWAPI Bojonegoro Siap Perkuat UMKM
Semangat penguatan UMKM tersebut juga mendapat dukungan dari jajaran DPC IWAPI Bojonegoro.
WKU I DPC IWAPI Bojonegoro, Sofia Yuni Astuti, menegaskan pihaknya siap mengoptimalkan pemberdayaan UKM dan UMKM di Kabupaten Bojonegoro.
Menurut perempuan yang akrab disapa Mbak Sofi tersebut, DPC IWAPI Bojonegoro akan mengikuti arahan IWAPI Jawa Timur dengan mendorong pengembangan UMKM agar semakin mampu menghadapi tantangan pasar.
“DPC IWAPI akan tegak lurus dengan arahan Ketua IWAPI Jatim dan sepakat bahwa pengoptimalan UKM dan UMKM harus diberdayakan,” ujar Sofia.
Selainitu, Ia menjelaskan, terdapat tiga hal mendasar yang menurutnya dibutuhkan para pelaku UMKM agar mampu bertahan sekaligus meningkatkan level usahanya, yakni pembinaan, pelatihan, dan pemasaran.
Ketiga aspek tersebut dinilai penting karena pelaku UMKM tidak hanya membutuhkan bantuan dalam meningkatkan kemampuan produksi, tetapi juga membutuhkan pendampingan serta akses pasar yang lebih luas.
“Kita akan berusaha mewujudkan dan meningkatkan level UMKM dengan kehadiran IWAPI,” terangnya.
Sofia juga mengajak seluruh jajaran DPC IWAPI Bojonegoro untuk menjaga soliditas dan memperkuat kolaborasi. Menurutnya, keberadaan organisasi harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.
“Saya berharap jajaran IWAPI DPC Bojonegoro tetap solid dan saling berkolaborasi, agar kehadiran IWAPI dapat dirasakan manfaatnya, khususnya oleh masyarakat Bojonegoro,” pungkasnya.
Dengan penguatan pembinaan, pelatihan, pemasaran, serta kolaborasi antarpelaku usaha dan pemerintah, IWAPI diharapkan dapat menjadi salah satu wadah yang mendorong peningkatan kapasitas perempuan pengusaha sekaligus memperkuat kondisi sosial ekonomi pelaku UMKM di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Bojonegoro.( Mbah Muri )
Editorial: Redaksi