BOJONEGORO || Penarealita.com – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan komunitas Ojek Online (Ojol) Bojonegoro Bersatu. Mengusung semangat “Dari Jalan untuk Sesama, Menebar Berkah di Hari Jumat”, para driver ojol bersama komunitas wartawan dan Aktivis Ketahanan Pangan (AKP) menyalurkan bantuan kepada pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia yang tinggal di kawasan belakang taman hiburan, Jalan Veteran, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan sosial tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pasutri yang diketahui menjalani kehidupan dalam kondisi serba terbatas. Salah satu dari mereka mengalami gangguan penglihatan hingga tidak dapat melihat, sementara sang suami mengalami patah tulang pada lengan kanan.Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari keduanya menjadi terbatas.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, lengan kanan sang suami sebelumnya telah mendapatkan penanganan medis. Namun, tulang disebut belum tersambung sebagaimana mestinya sehingga hingga kini tangan tersebut masih menggunakan kain penahan.
Dalam aksi Jumat Berkah itu, rombongan menyalurkan sejumlah kebutuhan pokok, di antaranya 50 kilogram beras, mi instan, minyak goreng, paket sembako lainnya, serta uang tunai.
Ketua Komunitas Ojol Bojonegoro Bersatu, Suwito, yang akrab disapa Wio, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari inisiatif para driver ojol untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Wio, para driver ojol juga selama ini kerap mendapatkan kebaikan dari masyarakat, salah satunya berupa pemberian nasi bungkus. Kebaikan tersebut kemudian mendorong mereka untuk berbagi kembali dengan warga yang membutuhkan.
“Di setiap Jumat kita sebenarnya juga sudah melakukan pembagian nasi kotak untuk pengguna jalan. Walaupun jumlahnya tidak banyak, tapi ada niatan untuk berbagi. Maklumlah, dana dari patungan rekan-rekan,” ujar Wio.
Ia menegaskan, kegiatan sosial tersebut bukan hanya mengenai besarnya bantuan yang diberikan, tetapi juga tentang kepedulian terhadap kondisi masyarakat di sekitar.
“Terima kasih kepada donatur. Semoga amal baik panjenengan semua mendapatkan beribu balasan kebaikan dari Allah SWT,” pungkasnya.
AKP Dorong Komunikasi dengan Pemerintah Daerah
Sementara itu, anggota Aktivis Ketahanan Pangan (AKP), Bima Rahmat, mengatakan pihaknya akan berupaya menyampaikan kondisi pasutri tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro maupun dinas terkait.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui kondisi pasangan lansia tersebut dan melihat kemungkinan bantuan yang dapat diberikan sesuai ketentuan.
“Kita coba komunikasikan dengan Pemkab ataupun dinas terkait,” ujar Bima.
Namun, Bima menyebut terdapat persoalan terkait status lahan yang ditempati pasangan tersebut. Ia mengatakan, lokasi tempat tinggal pasutri tersebut bukan merupakan tanah dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM).
Kondisi itu, menurut dia, menjadi salah satu pertimbangan apabila hendak mengusulkan bantuan melalui program tertentu, seperti bedah rumah atau Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Kalau untuk program bedah rumah atau RTLH tentu tidak bisa, karena tanah yang ditempati adalah tanah bukan SHM, tanah Solo Valley,” jelasnya.
Meski demikian, keterbatasan status lahan tersebut diharapkan tidak menghilangkan kepedulian terhadap kondisi pasutri lansia tersebut. Pihak komunitas berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat melihat kondisi mereka dan mencari bentuk bantuan yang memungkinkan sesuai aturan yang berlaku.
Kegiatan Jumat Berkah Ojol Bojonegoro Bersatu bersama komunitas wartawan dan AKP tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial masyarakat.
Di tengah aktivitas para driver ojol yang setiap hari berada di jalan untuk mencari nafkah, mereka tetap menyempatkan diri untuk berbagi dengan warga yang membutuhkan.Dari jalan untuk sesama, dari kepedulian lahir kebaikan.( Mbah Muri)
Editorial: Redaksi