TUBAN || Penarealita.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, resmi membuka kegiatan Pondok Ramadan 1447 Hijriah di Gedung PLHUT Tuban, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan pendidikan karakter keagamaan melalui Gerakan PAIS Love di satuan pendidikan.
Acara tersebut dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Moh. Amak Burhanudin, Kasi PAIS, Pengawas PAIS, Ketua MGMP jenjang SD, SMP, SMA/SMK, serta perwakilan siswa-siswi dari berbagai jenjang sekolah di Kabupaten Tuban.
Dalam sambutannya, Umi Kulsum Kakan Kemenag Kabupaten Tuban menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pondok Ramadan. Ia juga memberikan penghargaan atas capaian SMP Negeri 3 yang berhasil meraih Juara 2 dalam program School Religious Culture.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang dan pembiasaan yang konsisten.
“Program school religious culture dilakukan melalui pembiasaan yang konsisten. Ini bukti bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil,” ujarnya.
Umi Kulsum berharap para pengawas dapat terus memantau pelaksanaan Program PAIS Love selama Ramadan dan memastikan keberlanjutannya meski bulan suci telah berakhir. Ia menegaskan pentingnya kesinambungan program agar nilai-nilai keagamaan benar-benar terinternalisasi dalam kehidupan sekolah.
Sementara itu, Kabid PAIS Kanwil Kemenag Jatim, Moh. Amak Burhanudin, mengungkapkan bahwa jumlah guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Jawa Timur mencapai lebih dari 31 ribu orang, sementara jumlah pengawas hanya sekitar 220 orang. Ketimpangan tersebut menuntut sinergi dan koordinasi yang kuat antara guru dan pengawas.
“Dalam satu semester minimal satu kali pertemuan, dan setiap pertemuan pesertanya berbeda. Sehingga tidak ada lagi guru yang tidak mengenal pengawasnya,” tegasnya.
Amak Burhanudin memaparkan sejumlah program dalam Gerakan PAIS Love yang menjadi fokus selama Ramadan, antara lain Cinta Puasa Ramadan, Cinta Mengaji, Cinta Menulis melalui penulisan Mushaf Al-Qur’an, Cinta Ilmu, Cinta Rasul, Cinta Pondok, Cinta Digital, Cinta Lingkungan, serta Cinta Indonesia (NKRI).
Program tersebut bertujuan membentuk generasi emas yang shalih dan shalihah melalui pendekatan yang menyenangkan, kreatif, dan inovatif di sekolah-sekolah.
“Ramadan kita isi dengan yang baik-baik untuk mempersiapkan Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Ia juga meminta agar pengawas melakukan pemantauan kegiatan Ramadan dan mendokumentasikannya dalam bentuk laporan sebagai bahan evaluasi serta tindak lanjut program ke depan.(Mr )
Editorial : Redaksi