TUBAN || Penarealita.com – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Tuban mengajak para orang tua, khususnya para ayah, untuk berperan aktif mengantar anak ke sekolah melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) sebagai implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Program ini bertujuan memperkuat keterlibatan ayah dalam pendidikan anak sekaligus membangun karakter generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan berprestasi.
Ajakan tersebut merupakan tindak lanjut dari surat Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur Nomor 44/PK.02.01/J/2026 tanggal 9 Juli 2026 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS), yang kemudian diteruskan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur kepada seluruh Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
Di Kabupaten Tuban, gerakan tersebut disosialisasikan kepada seluruh satuan pendidikan madrasah mulai dari Raudlatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) dengan mengusung tema "Ayah Hadir, Anak Bangkit, Madrasah Maju!"
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Hj. Umi Kulsum, S.Ag., M.Pd.I, mengajak seluruh ayah untuk meluangkan waktu mengantar anak ke sekolah sebagai bentuk perhatian, kasih sayang, sekaligus dukungan nyata terhadap pendidikan anak.
"Kehadiran ayah dalam kehidupan dan pendidikan anak memiliki peran yang sangat besar. Mari jadikan kebiasaan mengantar anak ke sekolah sebagai bentuk perhatian, motivasi, dan teladan agar mereka tumbuh menjadi generasi Qur'ani, berakhlak mulia, cerdas, serta berprestasi," ujar Hj. Umi Kulsum.
Menurutnya, keterlibatan ayah dalam aktivitas sederhana seperti mengantar anak ke sekolah mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikologis dan semangat belajar anak. Kehadiran ayah juga diharapkan dapat mempererat hubungan emosional dalam keluarga sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri anak saat mengikuti proses pembelajaran.
Melalui kampanye GAMAS, Kementerian Agama Kabupaten Tuban menargetkan terciptanya budaya pengasuhan yang lebih aktif dari sosok ayah. Program ini memiliki sejumlah tujuan utama, di antaranya memperkuat peran ayah dalam pendidikan anak, mendorong minat masyarakat menyekolahkan anak di madrasah, serta mewujudkan generasi Qur'ani yang berakhlak mulia dan berprestasi.
Kemenag Tuban berharap gerakan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial pada hari pertama masuk sekolah, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan positif yang melibatkan keluarga, madrasah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik.( Mur )
Editorial : Redaksi