BOJONEGORO || Penarealita.com — Pernyataan Kepala Desa Desa Mori, Kecamatan Trucuk, Wahyudi, terkait proyek jalan menuju makam memicu polemik serius. Perbedaan keterangan antara penjelasan ke publik dan paparan di forum resmi desa membuat warga di Bojonegoro mempertanyakan transparansi pengelolaan Dana Desa.
Awalnya, Wahyudi Kepala Desa Mori menyatakan kepada media bahwa proyek jalan di RT 8/RW 2 hanya bernilai Rp33.815.650 dan sebatas pemadatan jalan. Ia juga menepis isu penggunaan material bekas senilai Rp250 juta.
Namun, berdasarkan keterangan warga setempat menyampaikan bahwa Kepala Desa Mori dalam forum internal desa, Rabu malam (11/2/2026), di hadapan BPD dan perangkat, ia justru memaparkan angka berbeda. Ia menyebut anggaran awal sekitar Rp247 juta yang kemudian “dibulatkan menjadi Rp250 juta” untuk satu paket pekerjaan yang mencakup paving, TPT, dan PJL. Perbedaan ini tidak hanya soal nilai, tetapi juga jenis pekerjaan.
AD Seorang warga Mori menilai perubahan keterangan tersebut menimbulkan kecurigaan serius. “Kalau memang benar Rp33 juta, tunjukkan datanya. Kalau Rp250 juta, buka juga. Jangan sampai keterangannya berubah-ubah,” tegasnya.
Sorotan kemudian mengarah pada administrasi keuangan desa. Publik mempertanyakan angka mana yang tercatat dalam sistem keuangan desa serta kegiatan apa yang sebenarnya dimonitor saat evaluasi — pemadatan jalan saja atau proyek konstruksi penuh.
Seorang pakar hukum dan kebijakan publik menegaskan inkonsistensi itu bukan persoalan sepele.
“Dalam administrasi pemerintahan, satu kegiatan hanya boleh punya satu kode, satu dokumen, dan satu nilai. Kalau ada dua versi, itu sinyal kuat perlu pemeriksaan,” ujarnya.
Kini, polemik proyek jalan makam tidak lagi dipandang sebagai persoalan teknis pembangunan, melainkan telah bergeser menjadi isu akuntabilitas penggunaan uang publik. Perbedaan narasi anggaran dinilai berpotensi menunjukkan masalah tata kelola yang lebih dalam.
Sementara itu, Wahyudi Kepala Desa Mori saat dikonfirmasi ulang pewarta melalui pesan id WhatsApp, ia belum memberikan tanggapan, meskipun pesan telah terkirim bertanda centang dua.( Red )