TUBAN || Penarealita.com – Dalam Rangka menyambut tahun baru 2026, Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (LSM GMBI) Wilayah Teritorial (Wilter) Jawa Timur menggelar Forum Kolaborasi Masyarakat dan Pers sebagai langkah strategis membangun kerja sama terstruktur dalam mengawal kebijakan publik dan menangani berbagai isu sosial di Jawa Timur.
Diketahui Rapat utama tersebut dilaksanakan di Kantor Sekretariat LSM GMBI Wilter Jatim, Jalan Raya Pandanagung, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Kamis (1/1/2026). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, namun juga menjadi wadah penyusunan peta kerja kolaboratif yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026.
Forum ini dihadiri lebih dari 40 perwakilan media massa, mulai dari media cetak lokal, portal berita daring, hingga televisi daerah yang memiliki jangkauan di wilayah Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan. Kehadiran insan pers tersebut diharapkan menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat sekaligus mengawal implementasi kebijakan agar berpihak pada kepentingan masyarakat.
Dalam sambutannya, Ketua LSM GMBI Wilter Jawa Timur, Sugeng, S.P., menegaskan bahwa pergantian tahun merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi atas capaian serta tantangan yang selama ini dihadapi dalam perjuangan membela kepentingan masyarakat bawah.
Ia juga mengapresiasi kehadiran para jurnalis yang tetap meluangkan waktu di awal tahun sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun daerah yang lebih transparan dan berkeadilan.
“Kami sangat menghargai kehadiran rekan-rekan pers. Tanpa dukungan media, perjuangan menyuarakan aspirasi rakyat akan sulit mencapai hasil maksimal. Atas nama keluarga besar GMBI Wilter Jatim, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujar Sugeng.
Selain itu, Sugeng menekankan bahwa sinergitas antara LSM dan pers bukan semata kerja sama teknis, melainkan hubungan strategis yang saling menguatkan dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada masyarakat.
Menurutnya, tahun 2026 akan menjadi fase penting bagi GMBI dengan sejumlah program unggulan, di antaranya peningkatan akses layanan kesehatan di pedesaan, penguatan kapasitas kelompok tani, serta advokasi hak-hak pekerja.
“Kerja sama yang kita bangun hari ini harus menghasilkan dampak nyata. Kami berharap kolaborasi ini berjalan lebih terstruktur dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Disela-sela acara, salah satu perwakilan dari media harianmemo.com, Parmin yang akrab disapa Gondrong, menilai keterbukaan yang dilakukan LSM GMBI merupakan contoh positif bagi organisasi masyarakat lainnya.
Ia menegaskan bahwa komunikasi dua arah yang sehat antara LSM dan pers akan mempermudah penyampaian informasi yang akurat serta meminimalkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami melihat komitmen kuat dari LSM GMBI untuk bersinergi dengan pers. Ini bukan sekadar pengakuan terhadap peran media, tetapi langkah nyata membangun pengawasan sosial yang efektif. Semoga model kerja sama ini bisa menjadi contoh bagi banyak pihak,” tegas Parmin.
Acara berlangsung dalam suasana kondusif dan ditutup dengan doa bersama serta diskusi mendalam terkait isu-isu prioritas tahun 2026, di antaranya ketimpangan ekonomi, akses pendidikan berkualitas, dan perlindungan lingkungan hidup.
Para peserta juga sepakat membentuk tim kerja bersama yang akan melakukan koordinasi dan evaluasi secara berkala terhadap program-program yang telah disepakati.
Seluruh pihak berharap kolaborasi antara LSM GMBI dan insan pers ini dapat terus berkembang serta memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan keadilan sosial dan penegakan hukum yang berintegritas di Jawa Timur.( Mbah Muri)