Home Daerah

Mahasiswa Unigoro dan PUSKAB Kembangkan Inovasi Olahan Daun Anggur di Tlogorejo

by Pena Realita - 05 Januari 2026, 09:30 WIB

BOJONEGORO || Penarealita.com — Budidaya tanaman anggur di Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan perkembangan signifikan sejak 2022 hingga saat ini. Salah satu wilayah yang menjadi sentra percontohan budidaya anggur berada di Desa Tlogorejo, Kecamatan Kepohbaru, tepatnya di P4S Mina Agro Tlogorejo (MAT).

Dari data yang dihimpun pewarta, Seiring meningkatnya produksi anggur, muncul inovasi pemanfaatan daun anggur yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Inovasi tersebut diwujudkan melalui kolaborasi mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Bojonegoro (Unigoro) bersama Pusat Kreativitas Bojonegoro (PUSKAB) dalam kegiatan pelatihan pengolahan daun anggur menjadi minuman kesehatan.

Dalam Sambutannya, Ketua kelompok mahasiswa, Dilla Yesita Sari, menjelaskan bahwa MAT dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi besar, baik dari sisi budidaya anggur maupun ketersediaan bahan baku daun anggur yang melimpah. Selain itu, lokasi ini dikenal sebagai pusat pertanian terpadu yang juga membudidayakan ikan lele dan jambu kristal.

“Kami melihat daun anggur hasil pemangkasan selama ini belum dimanfaatkan. Padahal jumlahnya cukup banyak dan berpotensi diolah menjadi produk bernilai ekonomi,” ujar Dilla.

Pemilik MAT, M. Abdianto, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa proses pruning atau pemangkasan daun anggur dilakukan rutin setiap bulan, namun daun-daun tersebut umumnya terbuang.

“Dengan adanya pelatihan ini, kami mendapat wawasan baru bahwa daun anggur bisa diolah menjadi produk kesehatan dan berpotensi menjadi usaha baru,” katanya.

Sebagai narasumber, Adib Nurdiyanto, M.Pd, Founder PUSKAB, memberikan pelatihan langsung kepada peserta tentang pengolahan daun anggur menjadi minuman kesehatan dalam dua varian, yakni siap saji dan siap seduh.

“Daun anggur mengandung senyawa bioaktif seperti quercetin, kaempferol, asam fenolik, dan resveratrol. Kandungan ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, kulit, serta meningkatkan imunitas tubuh,” jelas Adib.

Diketahui kegiatan ini diikuti oleh anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) serta masyarakat sekitar yang juga membudidayakan tanaman anggur. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama proses pelatihan berlangsung.

Usai pelatihan, mahasiswa dan peserta memanfaatkan fasilitas pemancingan edukatif di area MAT. Lokasi tersebut menyediakan berbagai paket pemancingan dengan pilihan ikan lele, patin, nila, dan tombro, yang diminati baik oleh laki-laki maupun perempuan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Unigoro bersama PUSKAB berharap dapat mendorong pemanfaatan hasil samping pertanian secara berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta membuka peluang usaha baru berbasis potensi desa.

Editorial : Redaksi

Share :

Populer Minggu Ini