Home Daerah

Mantan Sekjen AWPI Bojonegoro Soroti Etika Komunikasi Organisasi, Keberatan Chat Dikirim ke Keluarga pada Malam Hari

by Pena Realita - 20 Februari 2026, 05:03 WIB

BOJONEGORO || Penarealita.com – Polemik internal di tubuh Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) DPC Bojonegoro kembali mencuat pasca pengunduran diri Sekretaris Jenderalnya. Selain persoalan pengembalian atribut organisasi, mantan Sekjen juga menyoroti etika komunikasi yang dinilainya kurang tepat, terutama terkait pengiriman pesan kepada pihak keluarga pada malam hari.

Permasalahan ini bermula ketika Ketua AWPI DPC Bojonegoro mengirimkan pesan singkat kepada istri mantan Sekjen pada Rabu malam sekitar pukul 22.30 WIB. Pesan tersebut berisi arahan organisasi terkait penyerahan atribut seragam dan dokumen administrasi setelah yang bersangkutan mengundurkan diri dari jabatannya.

Menanggapi hal tersebut, mantan Sekjen AWPI DPC Bojonegoro menyatakan keberatan, baik terkait waktu pengiriman pesan maupun sasaran komunikasi yang dinilai tidak tepat.

“Harusnya kalau mengirim pesan atau chat itu pagi hari atau jam efektif, bukan malam. Masa tidak ada waktu. Kok japri istri segala, apa sudah tidak ada waktu,” tegas mantan Sekjen saat dimintai keterangan, Kamis (19/2/2026).

Ia menilai bahwa komunikasi organisasi, khususnya yang menyangkut urusan administratif dan kelembagaan, seharusnya dilakukan secara langsung kepada pihak yang bersangkutan dan dalam waktu yang wajar, guna menjaga profesionalisme dan menghindari kesalahpahaman.

Selain itu, mantan Sekjen juga menyinggung soal atribut organisasi berupa seragam yang diminta untuk dikembalikan. Ia menyebut bahwa seragam tersebut merupakan hasil pembelian pribadi, bukan fasilitas organisasi.

“Buat apa baju sudah dibeli kok mau saya kembalikan. Ya terserah saya mau saya apakan bajunya,” ujarnya.

Sementara itu, dalam percakapan tersebut, istri mantan Sekjen juga telah menyampaikan sikapnya yang tidak ingin mencampuri urusan organisasi dan memilih untuk bersikap profesional dengan menyerahkan persoalan tersebut kepada suaminya.

Polemik ini kembali memunculkan sorotan mengenai pentingnya etika komunikasi internal dalam organisasi profesi, khususnya dalam menjaga batas profesional dan menghormati privasi keluarga anggota.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi lanjutan dari Ketua AWPI DPC Bojonegoro terkait kritik yang disampaikan mantan Sekjen mengenai waktu dan cara penyampaian pesan tersebut.( Red )

Share :

Populer Minggu Ini