BOJONEGORO || Penarealita.com – Pencabutan portal pembatas kendaraan berat di Jalan Lettu Suyitno, Kabupaten Bojonegoro, memicu kemarahan warga. Jalan yang semestinya steril dari kendaraan bertonase besar kini berubah menjadi lintasan bebas truk-truk bermuatan pasir kuarsa, siang hingga malam hari. Merasa keselamatan dan kenyamanan hidupnya terancam, sejumlah warga mendatangi Rumah Aspirasi Partai Golkar Bojonegoro untuk menyampaikan protes keras.
Warga menilai, sejak portal dicabut, pengawasan lalu lintas praktis lumpuh. Truk-truk besar dengan muatan berat diduga melebihi kapasitas jalan lingkungan melintas tanpa kendali. Akibatnya, badan jalan mulai rusak, debu beterbangan, kebisingan meningkat, dan risiko kecelakaan mengintai warga, terutama anak-anak dan pengguna jalan lainnya.
Salah satu warga dengan nada geram menyebut kondisi ini sangat membahayakan.“Ini kawasan padat pemukiman, bukan jalur angkutan berat. Kalau dibiarkan, jalan cepat hancur dan tinggal tunggu korban,” tegasnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Rumah Aspirasi Partai Golkar Bojonegoro, A. Ghozali, menegaskan bahwa aduan warga bukan persoalan sepele dan tidak boleh diabaikan.
“Keluhan masyarakat ini sangat masuk akal dan mendesak. Setelah portal diambil, pengawasan melemah dan dampaknya langsung dirasakan warga. Rumah Aspirasi Golkar hadir untuk memastikan suara rakyat tidak diabaikan,” tegas Ghozali.
Ia memastikan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, kepolisian, dan pemerintah daerah guna mengevaluasi pencabutan portal serta menata ulang pengaturan jam operasional dan tonase kendaraan berat di ruas jalan tersebut.
“Keselamatan warga dan ketahanan infrastruktur jalan harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kepentingan angkutan pasir kuarsa mengorbankan keamanan dan kenyamanan masyarakat,” tambahnya.
Rumah Aspirasi Partai Golkar menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang pengaduan publik dan mengawal aspirasi warga hingga ada tindakan nyata, bukan sekadar janji.(Red )