Lamongan || Penarealita.com - Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Pondok Pesantren Sendang Agung di Paciran, Minggu (3/5/2026).
Ratusan siswa kelas IX SMP Muhammadiyah 12 mengikuti prosesi kelulusan (graduation) ke-42 sebagai penanda berakhirnya masa pendidikan mereka di jenjang sekolah menengah pertama.
Acara yang berlangsung tertib dan sarat makna ini dihadiri oleh jajaran pengasuh pondok, dewan guru, serta para wali murid dari berbagai daerah.
Momen kelulusan tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan refleksi perjalanan tiga tahun pendidikan yang memadukan kurikulum akademik dan pembinaan karakter berbasis kepesantrenan.
Dalam sambutannya, Kepala SMP Muhammadiyah 12 menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tantangan baru yang lebih besar.
“Kelulusan ini bukan titik henti, melainkan langkah awal menuju masa depan. Kami berpesan agar kalian tetap menjaga akhlakul karimah dan identitas sebagai santri. Ilmu tanpa adab tidak akan membawa keberkahan,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi peran para wali murid yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pihak sekolah dan pondok pesantren selama ini.
Suasana semakin haru saat perwakilan siswa, Hevin, menyampaikan sambutannya. Dengan penuh ketulusan, ia mewakili seluruh siswa kelas IX mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus permohonan maaf.
“Selama tiga tahun kami belajar di sini, tentu banyak kesalahan yang kami lakukan. Kami mohon maaf kepada para ustaz, kiai, dan bapak ibu guru. Terima kasih atas segala ilmu dan kesabaran yang telah diberikan,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengalaman selama menempuh pendidikan di sekolah dan pondok akan menjadi bekal berharga dalam kehidupan mereka ke depan.
“Tempat ini adalah rumah kedua bagi kami. Semua kenangan, nasihat, dan pembelajaran akan selalu kami ingat,” tambahnya.
Rasa haru juga datang dari perwakilan wali murid asal Bojonegoro yang menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pendidik.
“Terima kasih tak terhingga kami sampaikan kepada para ustaz dan kiai yang telah membimbing anak-anak kami dengan penuh kesabaran selama tiga tahun. Kami merasa bangga dan bersyukur,” ungkapnya.
Ia berharap ilmu yang diperoleh para siswa dapat menjadi bekal dalam menapaki masa depan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Prosesi kelulusan ditutup dengan momen bersalaman antara siswa, guru, dan orang tua. Isak tangis pecah ketika para siswa bersimpuh memohon doa restu kepada orang tua mereka.
Momen ini menjadi simbol perpisahan sekaligus awal perjalanan baru menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Dengan bekal ilmu, kedisiplinan, dan nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan, para lulusan ke-42 SMP Muhammadiyah 12 diharapkan mampu menjadi generasi yang berkontribusi positif bagi bangsa dan masyarakat.
Penulis: Gion.