Home Daerah

Sapa Bupati Jadi Ruang Aspirasi Warga, Bupati Bojonegoro Tanggapi Langsung Berbagai Persoalan

by Pena Realita - 19-01-2026 00:42 WIB

BOJONEGORO || Penarealita.com – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali menggelar kegiatan Sapa Bupati, Senin (19/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Malowopati ini menjadi wadah dialog terbuka antara Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dengan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, yang sekaligus dijawab di tempat oleh Bupati.

Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut dihadiri warga dari berbagai kecamatan. Sejumlah persoalan strategis disampaikan, mulai dari pemasangan stiker keluarga miskin, penguatan data digital dan portal layanan publik, penerangan jalan umum (PJU), transparansi proyek infrastruktur jalan, hingga isu ketenagakerjaan dan perhatian terhadap kelompok disabilitas.

Salah satu aspirasi datang dari Fauzan, warga Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu. Ia mengeluhkan kondisi jalan desa sepanjang kurang lebih 50 meter yang tergerus aliran anak Sungai Pacal dan hingga kini belum tertangani. Selain itu, Fauzan juga berharap adanya peningkatan jalan usaha tani guna menekan biaya angkut dan ongkos panen para petani.

Aspirasi lainnya juga disampaikan oleh Istain Manaf, warga Sidokumpul, Desa Leran, Kecamatan Kalitidu. Ia menyoroti minimnya penerangan jalan umum dan jalan lingkungan, khususnya akses menuju Desa Wadang. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan transparansi di era digital melalui penyediaan kanal aspirasi masyarakat berbasis media sosial maupun website resmi.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Setyo Wahono menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat. Ia menegaskan bahwa penguatan data digital terpadu dalam satu atap menjadi fokus Pemkab Bojonegoro untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Terkait PJU, Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang pengajuan dari desa. “Untuk masalah PJU, kepala desa dapat mengajukan proposal. Nanti akan kami telaah dan pasti kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Bupati Wahono juga memberikan instruksi langsung kepada Camat Kalitidu untuk mengecek kondisi rumah Ibu Susana di Desa Talok yang diusulkan masuk program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Selain itu, Kepala Desa Klepek diminta segera berkoordinasi dengan camat terkait penanganan jalan longsor akibat terkikis aliran sungai.

“Kita selesaikan pelan-pelan, bertahap, sesuai kemampuan anggaran, termasuk juga penanganan Jalan Usaha Tani,” jelasnya.

Tak hanya itu, Bupati Wahono juga merespons aspirasi dari kelompok disabilitas netra. Pemkab Bojonegoro berkomitmen mendukung keberadaan galeri disabilitas, membantu promosi produk, serta menyediakan alat pendukung untuk meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas.

Menutup kegiatan, Bupati Wahono menegaskan bahwa pemasangan stiker keluarga miskin merupakan bagian dari upaya pendataan faktual di lapangan demi memastikan keakuratan data. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk mendorong terwujudnya keluarga yang mandiri.

“Harapan kami, Bojonegoro menjadi kabupaten yang maju, bahagia, makmur, dan membanggakan,” pungkasnya.

Editorial : Redaksi 

Share :

Populer Minggu Ini