BOJONEGORO || Penarealita.com – Semangat gotong royong masyarakat kembali terlihat di Desa Mediyunan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Warga RT 01 hingga RT 06 RW 01 bergotong royong memperbaiki Jalan Usaha Tani (JUT) dan bronjong yang rusak setelah diterjang banjir pada Februari 2026.
Perbaikan dilakukan di wilayah RT 03, tepatnya pada akses yang dikenal masyarakat sebagai Jalan Sumur Waru. Jalan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat menuju lahan pertanian. Berdasarkan keterangan warga, akses itu biasa digunakan sekitar 550 petani penggarap sawah dan 200 petani hutan.
Kerusakan akibat banjir membuat kondisi jalan dan bronjong mengalami gangguan sehingga akses menuju lahan pertanian menjadi sulit dilalui. Kondisi tersebut mendorong masyarakat mengambil inisiatif untuk melakukan perbaikan secara swadaya.
Dari Pantauan pewarta di lokasi pada Minggu (27/9/2026), sejumlah warga tampak bekerja bersama memperbaiki bagian jalan yang mengalami kerusakan. Warga juga melakukan penanganan terhadap bronjong yang terdampak banjir serta membantu menyiapkan material yang dibutuhkan.
Kegiatan dilakukan secara bertahap dan bergiliran setiap Minggu dengan melibatkan warga dari RT 01 hingga RT 06. Selain menyumbangkan tenaga, masyarakat juga secara sukarela melakukan iuran untuk membantu memenuhi kebutuhan material perbaikan.
Kasun Mediyunan, Sadiman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif masyarakat karena akses JUT sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas pertanian warga.
“Kegiatan gotong royong memperbaiki jalan usaha tani dan bronjong yang rusak akibat banjir ini memang inisiatif warga. Tujuannya agar akses jalan tersebut bisa dilewati kembali,” ujar Sadiman, Minggu (27/9/2026).
Menurut Sadiman, kekompakan warga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan perbaikan. Masyarakat tidak hanya bergotong royong menggunakan tenaga, tetapi juga turut membantu menyediakan material melalui iuran secara sukarela.
“Kami lakukan secara bertahap dan bergiliran. Warga dari RT 01 sampai RT 06 ikut membantu sesuai jadwal gotong royong,” lanjutnya.
JUT tersebut dinilai memiliki peran penting karena menjadi akses masyarakat menuju lahan pertanian. Apabila kondisi jalan mengalami kerusakan dan tidak segera ditangani, aktivitas petani menuju sawah maupun kawasan pertanian lainnya dapat terganggu.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kasun Mediyunan Sadiman, Bayan Ngadeni, Modin Jait, sejumlah tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Masyarakat berharap kondisi infrastruktur pertanian di Desa Mediyunan mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Perbaikan secara swadaya yang dilakukan warga diharapkan dapat menjadi solusi sementara, sembari menunggu dukungan untuk penanganan yang lebih permanen.
Warga juga berharap bangunan bronjong dan JUT tersebut dapat diperbaiki secara lebih kuat sehingga mampu menghadapi potensi banjir dan tetap dapat digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas pertanian.( Muri )
Editorial : Redaksi